Ekspor Perikanan Indonesia Menguat, Raih USD 5,62 Miliar hingga November 2025

08 Januari 2026

Dilihat 1139241 kali

Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis data kinerja perdagangan ekspor dan impor produk perikanan Indonesia untuk periode Januari hingga November 2025. Data tersebut menunjukkan pertumbuhan positif dengan total nilai ekspor mencapai USD 5,62 miliar dan total volume ekspor sebesar 1,27 juta ton. Capaian nilai ekspor ini mencatatkan peningkatan sebesar 4,4% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.

 

Amerika Serikat (AS) masih menjadi pasar utama tujuan ekspor produk perikanan Indonesia dengan nilai mencapai USD 1,75 miliar. Angka ini berkontribusi sebesar 31,2% terhadap total ekspor nasional dan mengalami kenaikan 1,3% secara Year on Year (YoY). Tiongkok menempati posisi kedua dengan nilai USD 1,10 miliar (turun 2,3%), diikuti oleh ASEAN yang mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 20,0% menjadi USD 909,38 juta. Pasar Jepang dan Uni Eropa juga menunjukkan tren positif, masing-masing sebesar USD 559,14 juta (naik 2,2%) dan USD 413,00 juta (naik 8,6%).

 

Dari sisi komoditas, Udang tetap menjadi andalan ekspor nasional dengan nilai USD 1,63 miliar atau menyumbang 29,0% dari total nilai ekspor. Kinerja ekspor udang mengalami kenaikan 7,1% dibanding tahun sebelumnya, dengan pasar utama Amerika Serikat yang menyerap 60,3% dari total ekspor udang Indonesia.

 

Komoditas Tuna-Cakalang juga mencatatkan kinerja positif dengan nilai USD 957,13 juta, tumbuh 1,1% (YoY). Selain itu, komoditas Cumi-Sotong-Gurita mengalami peningkatan 2,7% menjadi USD 788,83 juta. Namun, tantangan terlihat pada komoditas Rajungan-Kepiting yang mengalami penurunan nilai sebesar 2,9% (menjadi USD 459,33 juta) dan Rumput Laut yang turun 7,0% (menjadi USD 292,64 juta).

 

Di sektor impor, total nilai impor produk perikanan hingga November 2025 tercatat sebesar USD 607,01 juta dengan volume 402,66 ribu ton. Nilai ini meningkat 30,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Negara asal impor terbesar adalah Tiongkok (USD 111,80 juta), diikuti oleh ASEAN (USD 60,53 juta), dan Amerika Serikat (USD 54,54 juta).

 

Neraca perdagangan produk perikanan Indonesia tetap mencatatkan surplus sebesar USD 5,01 miliar, atau naik 1,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai impor hanya berkisar 10,8% dari total nilai ekspor, yang menegaskan posisi Indonesia sebagai negara net exporter produk perikanan.

 

Pemerintah terus berkomitmen meningkatkan kinerja ekspor perikanan nasional melalui berbagai langkah strategis. Fokus utama saat ini meliputi sosialisasi dan fasilitasi penerbitan Certification of Admissibility (COA) kepada eksportir serta pengajuan review Comparability Finding (CF) untuk rajungan gillnet kepada NOAA guna memastikan keberlanjutan ekspor ke Amerika Serikat. Selain itu, pemerintah juga memperluas akses pasar melalui perundingan dagang seperti Indonesia-Peru CEPA dan Indonesia-Tunisia PTA.

Artikel Terkait